Pilih mana jengkol atau pete ?
Siapa yang tak kenal buah jengkol dan pete ?, si buah nyentrik yang saya rasa cukup familiar dimasyarakat kita terutama aroma bau khasnya yang cukup bikin pernafasan kita “waah”, bau menyengat ataukah aroma yang menggugah selera ? maka jawabannya akan sangat relatif karena tergantung siapa yang menjawabnya, bagi yang menggemari buah ini, baik sebagai makanan olahan maupun sebagai lalapan pelengkap makan, terutama masyarakat Sunda, maka jenis buah ini menjadi cukup diminati, tak heran jika jengkol ini cukup banyak varian olahannya, sedangkan pete umumnya dijadikan sebagai lalapan ataupun pelengkap olahan makanan lain, sedangkan bagi yang tidak menyukai kedua makanan ini, baunya dianggap sangat mengganggu sekali, tidak hanya bagi si yang mengkonsumsi tapi juga bagi orang lain, dan hal itu tidak berhenti disitu saja Beberapa saat setelah makan, maka air seninya juga akan mencerminkan aroma jengkol dan pete, bahkan lebih gawat lagi. Maka di daerah perkampungan yang rakyatnya sangat gemar makan jengkol akan mudah dikenali dari bau selokannya. Bau selokan dari penggemar jengkol itu sangat tajam dan khas, menusuk hidung dan rasanya tidak enak ( ??##).
Bau menyengat
Namun terlepas dari kontoversial hal tersebut Penyebab bau itu sebenarnya adalah asam-asam amino yang terkandung di dalam biji jengkol. Asam amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur Sulfur (S). Ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau, karena pengaruh sulfur tersebut. Salah satu gas yang terbentuk dengan unsur itu adalah gas H2S yang terkenal sangat bau. Begitupun dengan pete yang memiliki kandungan hampir sama,
Lebih baik mana memakan jengkol ataukah pete ?
Untuk menjawab itu maka kita perlu sebelumnya membandingkan manfaat antara keduanya, tentunya dengan mengkesampingkan sementara “bau”nya itu,
Jengkol
Kita mulai dengan jengkol, Jering atau jengkol (Archidendron pauciflorum, sinonim: A. jiringa, Pithecellobium jiringa, danP. lobatum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bijinya digemari di Malaysia,Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan. Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae. Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap.
Manfaat jengkol
Dibalik bau yang ditimbulkan jengkol, ternyata terkandung manfaat yang berguna bagi kesehatan. Menurut berbagai penelitian menunjukkan bahwa jengkol juga kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, Vitamin C, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin.
Khusus untuk vitamin C terdapat kandungan 80 mg pada 100 gram biji jengkol, sedangkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan per hari adalah 75 mg untuk wanita dewasa dan 90 mg untuk pria dewasa.
Selain itu, Jengkol merupakan sumber protein yang baik, yaitu 23,3 g per 100 g bahan. Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3 g per 100 g. Kebutuhan protein setiap individu tentu saja berbeda-beda. Selain untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan, protein juga berfungsi membangun enzim, hormon, dan imunitas tubuh. Karena itu, protein sering disebut zat pembangun.
Untuk zat besi, Jengkol mengandung 4,7 g per 100 g. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Gejala-gejala orang yang mengalami anemia defisiensi zat besi adalah kelelahan, lemah, pucat dan kurang bergairah, sakit kepala dan mudah marah, tidak mampu berkonsentrasi, serta rentan terhadap infeksi. Penderita anemia kronis menunjukkan bentuk kuku seperti sendok dan rapuh, pecah-pecah pada sudut mulut, lidah sulit menelan.
Remaja, wanita hamil, ibu menyusui, orang dewasa, dan vegetarian adalah yang paling berisiko untuk mengalami kekurangan zat besi. Di dalam tubuh, besi sebagian terletak dalam sel-sel darah merah sebagai heme, suatu pigmen yang mengandung inti sebuah atom besi.
Jengkol juga sangat baik bagi kesehatan tulang karena tinggi kandungan kalsium, yaitu 140 mg/ 100 g. Peran kalsium pada umumnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu membantu pembentukan tulang dan gigi, serta mengatur proses biologis dalam tubuh.
Keperluan kalsium terbesar adalah pada saat masa pertumbuhan, tetapi pada masa dewasa konsumsi yang cukup sangat dianjurkan untuk memelihara kesehatan tulang. Konsumsi kalsium yang dianjurkan pada orang dewasa adalah 800 mg per hari.
Kandungan fosfor pada jengkol (166,7 mg/100 g) juga sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi, serta untuk penyimpanan dan pengeluaran energi. Dengan demikian, sesungguhnya banyak manfaat yang diperoleh dari mengonsumsi jengkol dan ini hanya masukan saja, bukan doktrin yang mengharuskan Anda untuk percaya dan mengikuti agar mengkonsumsi jengkol, tapi hanya sekedar Anda tahu bahwa ada khasiat dibalik sayuran polong berbau ini.
Bersambung..
morning sunshine in our room
now that room is back in tune
autumn start this day with a smile
and laugh at my beautiful love one
who’s lying besides me
you so far away in your sleep
who can tell what dream you may dream
you dont know that i was drawing
with my finger on your sweet young face
vague as a meaning words
* you make my world so colorful
i never had it so good
my love i thank you for all the love
you gave to me
repeat *
like a summer breeze so soft
like a rose you bring me near
and i kiss your lips so sweet
soft like the rain and gentle as
the morning dew in may
though they said that i was wrong
but thank god my will so strong
i got you in the palm of my hand
everyday they tried to put me on
but i laugh at those who tried to hurt our love
* repeat till fade
Itulah lirik merdu nan syahdu dari lagu milik Daniel Sahuleka ” You Make My World So Colourful” yang dibawakan secara akustik olehnya, membuat semua orang yang mendengarkannya akan ikut hanyut dalam balada romantisme termasuk saya,
,
Ceritanya baru dua minggu saya mengenal penyanyi ini, awalnya secara tidak sengaja mendengar lagu ini diputar di kost’an tetangga sebelah, didorong oleh keinginan luhur dan rasa penasaran dengan lagu ini, serta quota bandwitch Internet yang baru diisi cukup besar, hehehe,
akhirnya saya searching, tak butuh waktu lama untuk menemukan artikel maupun blog yang membahas artis (meski di Indonesia mungkin tidak begitu dikenal luas) yang satu ini, ternyata dari hasil penulusuran saya, diperolehlah info sebagai berikut :
Tengah malam seperti ini, kadang banyak sekali pikiran-pikiran pragmatis menghampiri, disetiap sudut, me’reka-reka hayalan, menerka masa depan dengan pengandaian yang tak karuan dan sedikit pengecualian terhadap kenyataan yang sedang terjadi saat ini, bahkan mungkin sekali jauh dari logika, tapi disinilah w menikmatinya, dalam hayalan atau w menyebutnya “second mindset” kita bebas mengharapkan apa saja, berpikir ulang mengenai batasan logika, ketika kebenaran dipertanyakan, dan pembenaran adalah variabel bebas yang harus disikapi secara empiris, dan termasuk cinta adalah bagian dari akumulasi ketidaksempurnaan diri kita.
bagi w menghayal itu adalah bakat terpendam, bahkan mungkin bisa dibilang potensi diri, heehh.. yaa walaupun memang bukan kebiasaan yang slalu produktif tapi selalu ada nilai essential dari kesimpulan akhir “film pendek” versi w. yah paling tidak bahwa menghayal itu gratis lah, dan bebas memilih skenario apa, dan alur ceritanya gimana, lah wong cuma ada di kepala kita aja kok, ahhahah
Namun w rasa sama halnya dengan hitungan Teori relativitas Einstein semua hal adalah mungkin, mungkin sekali, termasuk realisasi dari khayalan kita itu, seperti apapun bentuknya, asalkan kita bisa memenej perencanaan yang baik, mengenali, memperhitungkan setiap variable yang ada, konsisten terhadap persepsi terutama yang berkaitan dengan tujuan, dan yang terpenting adalah selalu tawakal dan ikhtiar . Insyallah semua akan terwujud, so jangan ragu untuk menghayal .. seperti w.. hhehehe..
“Dan setiap mereka mendapat derajat menurut apa yang telah mere¬ka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pe¬kerjaan pekerjaan mereka sedang mereka tidak dirugikan.” (Al¬Ahqaaf : 19).
Kenapa harus disebut jatuh cinta ??
Bukankah jatuh itu menyakitkan ?
Jatuh itu artinya terpuruk , jatuh itu terlepas dari pegangan,
Dan jatuh itu berarti turun ke level yang lebih rendah..
Kenapa mesti jatuh ?
…..
Bukankah cinta itu indah, cinta itu menyejukkan
Cinta menguatkan ikatan agar kita tidak terlepas
Cinta membuat kita naik ke level yang lebih tinggi dalam hidup
Cinta itu menyenangkan, cinta itu the beauty of life..!!
……
Kenapa mesti jatuh cinta ?
Kenapa Bukan bangun cinta, lari cinta dan tergoda cinta atau kata apapun selain jatuh cinta itu..
Apakah karena orang yang sedang mengalami “Empty Ness Syndrom” lebih merasakan cinta yang sebenarnya ?
Apakah karena cinta itu identik dengan rindu, kekurangan secara emosional, pengharapan atau bahkan keputus asaan ??
Apakah hanya karena kesepakatan bersama maka pembenaran itu diterima begitu saja ?
Why ?
Dia
Meniti dikehidupan pagi
Berbekal do’a menempa rupa dunia
Sayup samar kicauan burung berkalut sendu bising mesin kendaraan
Iringi langkah, bayangi harapan semata
Demi aku, adikku, kakakku, dan semua keluarga yang dicinta tanpa dipinta
Mengais rejeki, mengharap ridha-Nya dengan ikhtiarnya.
Beranjak pagi hingga nanti hari kan petang lagi
Dialah yang terbaik kawan, yang pernah aku kenal
Walau lelah, tak pernah terbesit kesah, tak berputus asa
Disela sibuknya Dia selalu tersenyum pada kami, senyum termanis yang ada di ingatan kami
…
Dia ajarkan kami kehidupan
Dia berikan kami kesederhanaan
Dia tunjukan kami rasa syukur, bukan sekedar ucapan
Dia lah yang terbaik kawan, yang terbaik
Yang terbaik bagi kami
Meski kini dia telah lebih dulu pergi, menghadap-Nya
Dia tetap ada di hati kami, bagian dari jalan menuju kehidupan..
Semoga bapa ada dalam perlindungan dan ridha-Nya..
amiien
lalu seperti apa aku nantinya ?
jika hari ini aku masih berdiam diri
berputar di lingkaran keseharian
merupa serupa peran yag sama
hanya beda diantara keduanya.
lalu seperti apa aku nantinya ?
jika saat ini adalah aku yang berpikir terlalu realistis ( meski kadang perlu)
imajinasi terbatas realita, harapan berpijjak dalam genggaman
terlalu menjadi permisif pada mahzab
kebutaan diantara terang benderang terhalang kertas yang penuh coretan
Menjelang malam
Diseka jendela, diantara dinding buta
Memandang langit yang redup
Tanpa bintang, sesaat angin malam datang menampar
Malam apa lagi ini ?
Semua sayu, syahdu dalam khusyu seolah berdoa dalam dzikir kepada-Nya
……
“Saya sudah ikhlaskan dia pergi kawan, mungkin ini yang terbaik yang Allah berikan kepada saya “, begitu ujar seorang kawan kepada saya suatu ketika Ibunya meninggal beberapa tahun lalu, masih segar dalam ingatan betapa dia (kawan saya ) tegar dan tak Nampak sedikitpun air mata keluar dari mata yang asimetrisnya ( jika istilah juling terlalu berlebihan ) padahal beberapa waktu lalu ibunya masih sehat walafiat,, namun itulah Takdir, kadang peristiwa apapun tidak pernah kita bisa prediksi , tidak ada firasat seperti cerita beberapa orang yang mendapatkan hal-hal aneh pertanda akan ada hal besar yang datang. Dia tetap tegar, meski dia sendiri pasti sadar ini adalah berarti untuk hari ini dan hari berikutnya tidak aka nada lagi sosok ibu yang mengayominya dan mendewasakan psikologisnya dengan muatan moral yang tidak akan anda temui disekolah ataupun orang lain dimanapun, dengan kasih sayangnya anda mampu mampu melunakkan hidup anda, penyeimbang dalam kehidupan. Saat itu betapa irinya saya menyaksikan sikap kawan saya ini, subhanallah
Tahukah anda ikhlas itu apa ?
Jangan menunggu jawaban dari saya, karena sayapun masih mendalaminya. Tapi berdasarkan pemahaman saya ikhlas itu adalah rela melakukan sesuatu tanpa berharap adanya balasan
| zulfi Buffme up on Puisi | |
| rahma bisa ama juga … on pilihan | |
| mahfud dien tarvuyen… on cara merubah gaya text pada wi… | |
| Menggapai Impian on cara merubah gaya text pada wi… | |
| Kartika Online on cara merubah gaya text pada wi… | |
| Kiran Nirmala on Puisi | |
| ecHaaZone on cara merubah gaya text pada wi… | |
| Athy on Puisi | |
| Resky cang on dalam rona | |
| Devi on Jengkol vs Pete, Mana yang And… |