Masa depan kita memang tidak dapat diketahui secara pasti, seperti apa kita nanti ( taraf sosial, kemampuan ekonomi dan tingkat kebahagiaan kita) untuk beberapa tahun kedepan, tidak ada yang menjamin selain diri kita pribadi, tapi masa depan bisa kita bangun dan prediksi mulai saat ini, dengan terus mengembangkan potensi diri dengan belajar sambil mengimplementasi- kannya kedalam kehidupan nyata, tidak ada manusia yang dilahirkan untuk gagal, namun tidak pula kesuksesan itu dapat diraih begitu saja, semua butuh proses untuk mencapai suatu tujuan/hasil baik secara materi maupun batin ( kebahagiaan) baca ulasannya

Ada perbedaan antara orang yang pintar dengan orang yang pandai, orang pintar adalah orang yang mampu mengerjakan suatu hal dengan aturan dan atau tatakerja yang cenderung baku secara umum atau orang yang ahli dalam satu bidang keilmuan. Sedangkan orang pandai adalah orang yang bisa mengatur semua hal yang ada di kehidupannya dengan sebaik-baiknya. Untuk itulah jangan hanya mau menjadi orang pintar tapi jadilah orang yang pandai yang mampu menangkap setiap peluang sekecil apapun di sekitar kita sehingga menuntun kita pada kesuksesan,

Jadilah pribadi yang Unik, yang mampu mengidentifikasikan diri sendiri, mengetahui apa saja kekurangan dan kelebihan kita, lalu berikutnya kita perbaiki kekurangan tersebut tapi jika seandainya ternyata kekurangan itu tidak bisa dihilangkan maka kita manfaatkan kekurangan itu sehingga menjadi bahan yang patut kita eksploitasi menjadi potensi diri bukankah seorang artis Tukul Arwana menjadi Terkenal salah satunya karena (maaf) keunikan bentuk wajahnya yg kala itu dianggap ndeso sehingga memiliki penghasilan yang sangat besar atau tokoh legendaris seperti Isaac Newton, Ludwig von Beethoven, Thomas Alfa Edison yang dianggap terlalu bodoh dimasa kecilnya mampu menemukan bola lampu pijar. Maka tidak ada alasan lagi utuk kita merasa tidak mampu untuk sukses, seperti kata mario teguh beberapa waktu lalu, sukses adalah hak kita, lalu jika saat ini anda, kita dan saya tidak pernah merasakan sukses, siapa yang mengambil hak itu ? jawabannya adalah diri kita sendiri, pikiran- pikiran negatif dan sikap merasa terlalu aman untuk saat ini sehingga menunda pekerjaan yang sebenarnya bisa untuk dikerjakan sekarang, pikiran negatif tak ubahnya zat adiktif yang mengkerdilkan diri kita,underestimed terhadap kemampuan, termasuk mencari kemudahaan sesaat yang sesat.

maka untuk itulah maka reduksi seminimal mungkin ( karena saya juga tahu bahwa sangat tidak mungkin kita menghilangkan pikiran2 negatif secara total) dengan selalu berpikir positif dan optimis pada diri sendiri dalam mengerjakan segala hal dan tentunya disertai do’a ( relevansi antara tawakal dan ikhtiar )

didalam proses pencapaiannya, Insyaallah itu semua akan mengantarkan kita ke dalam lingkaran sukses yang berulang. saya tahu ini mungkin anda sudah terlalu sering mendengar ataupun membaca hal semacam ini, dan menganggapnya adalah hal yang klise, sekedar teori atau angan-angan, tapi coba renungkanlah : apa tujuan hidup anda selama ini ? jika memang sukses dan bahagia merupakan salah satu bagian tujuan anda maka tidak ada ruginya jika kita melakukan hal ini,

Key concept : identifikasi diri kita, apa saja kelebihan dan kelemahan yang melekat dlm diri yg kita miliki, perbaiki & manfaatkan potensi diri dengan diferensiasi kepribadian ( berpikir dan bertindak berbeda, jangan jadi seperti orang kebanyakan karena itu anda akan menjadi seperti orang kebanyakan)  berorientasi lah pada proses jangan pada hasil, karena disitu anda akan menemukan banyak hal/komponen yang menyusun suatu hasil tentunya dengan aturan main yang benar(profesionalisme) sehingga hasil yang diperolehpun dapat dipertanggung jawabkan baik secara moral maupun legalitasnya, akan tetapi jika berorientasi pada hasil, maka anda ( dan saya tentunya) akan cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapainya.

 

sukses adalah hak kita
berpikir positif

 

( artikel ini untuk diri saya pribadi, tidak bermaksud mengajari anda, selebihnya terserah anda menanggapinya, silahkan komentari )