lalu seperti apa aku nantinya ?
jika hari ini aku masih berdiam diri
berputar di lingkaran keseharian
merupa serupa peran yag sama
hanya beda diantara keduanya.

lalu seperti apa aku nantinya ?
jika saat ini adalah aku yang perpikir terlalu realistis ( meski kadang perlu)
imajinasi terbatas realita, harapan berpijjak dalam genggaman
terlalu menjadi permisif pada mahzab
kebutaan diantara terang benderang terhalang kertas yang penuh coretan

lalu seperti apa aku nantinya ?
jika aku adalah orang kebanyakann
serupa merupa pikiran yang sama
jalani hidup sesuai kemampuan yang ada ( asalkan aku aman untuk saat ini )
terlalu banyak resiko yang aku hindarkan
hitungan logika dan rumus akuntansi kadang menyesatkan bagiku.
*terlalu lama memikirkan kemungkinan

lalu seperti apa aku nantinya ?
jika aku terlalu menerima keadaan
berharap kesempatan yang menjelang
sebuah perubahan adalah kenyataan
nikmati hidup sesuai kemampuan

lalu seperti apa aku nantinya ?
jika hari ini, segumpal nasi dan teh pagi ku jadikan inspirasi
membangun mainstream ideologi
” hidup ini lebih dari yang kita ketahui “
merubah posisi ” stand by ” menjadi ” fighter sejati “
I just face it up,,,,!
banyak pilihan yang harus kita jalani
bukan sebagai keadaan tapi tantangan
karena hidup ini adalalah ladang ibadah

memang bicara itu mudah
semudah motivator berapi-api membuat semangat audiennya
sesaat kemudian hilang begitu saja
tapi yakinkan lah jika kita sedikit saja mereduksi pikiran negatif
dan coba selalu melihat dari sisi positif, betapa indah hidup ini

sukses adalah pilihan

miskin adalah keputusan