cobalah sejenak kau menerawang

dalam malam mendekap

bulan, bintang, awan sekedar terlihat putih

dan tatapanmu terhenti

disatu titik yang tak kau mengerti

coba saja kau ucapkan

kata terindah yang pernah kau baca

atau manisnya rayuan cinta

sungguhpun tak’an mampu kau lalui ini

bagian jiwa yang kumiliki

kekosonganmu yang tersembunyi

…adakah cinta yang lebih suci ?

dimalam ini, atau malam-malam setelahnya

adakah pemilih cinta ?, atau cinta yang memilihnya..

jawab saja dalam hati

karena lidahmu tak cukup mampu untuk mengaku

jika kau sudah mengerti

tak perlu kau berbagi pada semua yang kau miliki

cinta, sembilu dan waktu adalah hal yang selalu semu

dan bila kaun jemu

tatap kembali langit malam itu

disitulah hakikat temukanmu