cobalah sejenak kau menerawang
dalam malam mendekap
bulan, bintang, awan sekedar terlihat putih
dan tatapanmu terhenti
disatu titik yang tak kau mengerti
coba saja kau ucapkan
kata terindah yang pernah kau baca
atau manisnya rayuan cinta
sungguhpun tak’an mampu kau lalui ini
bagian jiwa yang kumiliki
kekosonganmu yang tersembunyi
…adakah cinta yang lebih suci ?
dimalam ini, atau malam-malam setelahnya
adakah pemilih cinta ?, atau cinta yang memilihnya..
jawab saja dalam hati
karena lidahmu tak cukup mampu untuk mengaku
jika kau sudah mengerti
tak perlu kau berbagi pada semua yang kau miliki
cinta, sembilu dan waktu adalah hal yang selalu semu
dan bila kaun jemu
tatap kembali langit malam itu
disitulah hakikat temukanmu


Resky cang 8:35 am pada November 3, 2011 Permalink |
waahhhh… dalem men, smpe tdk menger…hehe
*nice ^^
lugas128 12:57 pm pada April 1, 2012 Permalink |
waahh, puisinya dalem banget
bagus gan