Sayang, sedari awal kita bertemu
Rupa elok mu menggoda mataku,
Merangsang nafsu dirongga mulut
Sekresikan berlimpah air liur membayangkan mu
..
sayang
Aku menepi dikala itu
Sudut jalanan, dipinggiran kaki lima, restoran mewah ataupun warteg kampus tercinta
Sekedar melihatmu, memilih lalu kucumbui kau dikala itu
Begitu berulang kali, dengan yang lain. Sama sepertimu
Saat kubutuh dirimu untuk hidupku
…
Sayang kini kita menyatu, tepatnya kau kini diperutku
Sudahkah cukup kau disitu ?
Membagi sarimu, membagi cintamu
Kini tak terasa, sudah waktunya kita berpisah
Walau berat, kadang tanpa terduga
Tapi apa daya , ini adalah proses kehidupan
Bagian yang tak terpisahkan dari kebutuhan
Kurelakan kau pergi, dan (pasti) mungkin tak’akan kembali
….
Sayang
Sampai jumpa , kau yang pernah sangat kuingini, lalu kunikmati
Ikutlah mengalir bersama air sungai ini
Tak’akan kulupa kenangan , dan kan kucari penggantimu (lagi)


