Bersembunyi dalam tirai bambu
Mata kecil memandang sayu dekat jendela kala itu
Memandang penuh sesosok tubuh tua
Memikul jerami dipematang sawah
Tanpa lelah, sedikit mata saja yang bicara
Ahh sore itu begitu sendu, serupa guratan kerut kening tubuh tua
……
Masih dalam peraduan rumah kayu
Sikecil menatap lebih dekat, hingga ke tepat beradu rasa
Antara si pak tua dan kais tali plastik di genggamannya
Sedikit terlintas untuk menghampiri, namun cepat di urungkannya niat itu
………….
Langit jingga mencapai pesona,
Tanda sang hari bergegas meniti akhir
Pak tua datang mendekat sikecil
Dengan peluh yang yang masih bercucur di usapkannya kening sikecil
“ ini adalah fase hidupku yang kau tak berhak untuk mendapatkannya”
Dalam hati pak tua, yang tak pernah mengenyam sekolah
Angka, huruf, dan disiplin sekolah, serta gagasan pemerintah
Pahami arti masa depan anaknya.
Harap kelam berganti terang
Senyum pagi biarlah meninggi
Lebih kekal dihari ini…


