senja dibukit

tak hirau langit terbentang

awan jingga,hitam menumpuk di sudut sana

tempat terakhir beradu rupa..

antara siang dan malam.

tak ada warna tak ada pesona disore

mendung rakus menutup mata

dari pandanganmu

aku tersembunyi.

….

hitam menggenggam dalam

dan aku kini ingin pulang

masih kah aku terlambat

atau janjiMu sungguh suci?

Pada kaum yang menghinakan diri

aku meminta serupa do’a

pada kata terputus didada.

herman*