Tagged: puisi RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • hermantea 1:17 pm pada April 29, 2010 Permalink | Balas
    Tags: , puisi   

    kuikhlaskan kau pergi 

    Sayang, sedari awal kita bertemu

    Rupa elok mu menggoda mataku,

    Merangsang  nafsu dirongga mulut

    Sekresikan berlimpah air liur membayangkan mu

    ..

    sayang

    Aku menepi dikala itu

    Sudut jalanan, dipinggiran kaki lima, restoran mewah ataupun warteg kampus tercinta

    …. baca lanjutannya…

     
  • hermantea 4:23 pm pada April 18, 2010 Permalink | Balas
    Tags: puisi,   

    aku semu 

    jika saja hari ini
    aku terlalu berbagi pada dunia
    menyapa, bercanda, memeluk erat seisi penghuninya
    terlalu erat menggenggam
    seakan aku dan dia bersetubuh dalam satu waktu
    hilang sadar, hilang bekal
    menjadi hina dalam gemerlap maya

    …baca lanjutannya…

     
  • hermantea 7:11 pm pada April 7, 2010 Permalink | Balas
    Tags: aku, jiwa, puisi   

    Sepiku

    Senja penghabisan ini

    Aku berdiri  di ujung lapang

    Padang gersang ditengah musim hujan

    Menatap langit yang mulai kelam

    Jingga merona perlahan terlupa

    ( baca lanjutannya )

     
  • hermantea 7:03 pm pada April 7, 2010 Permalink | Balas
    Tags: pengakuan, puisi, thaubat   

    Senja 

    senja dibukit

    tak hirau langit terbentang

    awan jingga,hitam menumpuk di sudut sana

    tempat terakhir beradu rupa..

    antara siang dan malam.

    tak ada warna tak ada pesona disore

    mendung rakus menutup mata

    dari pandanganmu

    aku tersembunyi.

    ( baca lanjutannya )

    thaubat

     
  • hermantea 6:45 pm pada April 7, 2010 Permalink | Balas
    Tags: , patah hati, puisi   

    Patah hati 

    dari hitam aku menggenggam

    sepi senja yang kau kirimkan

    kian terasa disaat luka

    awan mendung merona

    tak kelam sedikit berbuih

    matahari merah dan bulan menampak rupa

    ahh malam datang lagi

    ( baca lanjutannya )

     
  • hermantea 6:20 pm pada April 7, 2010 Permalink | Balas
    Tags: , puisi, rayuan,   

    Dalam rona 

    jelita

    bunga khayalan

    cobalah sejenak kau menerawang

    dalam malam mendekap

    bulan, bintang, awan sekedar terlihat putih

    dan tatapanmu terhenti

    disatu titik yang tak kau mengerti

    coba saja kau ucapkan

    kata terindah yang pernah kau baca

    atau manisnya rayuan cinta

    sungguhpun tak’an mampu kau lalui ini

    bagian jiwa yang kumiliki

    kekosonganmu yang tersembunyi

    ( baca lanjutannya )

     
  • hermantea 6:08 pm pada April 7, 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , puisi   

    kekhilafan 

    syahdu dalam kelam
    hanya sedikit mata terbuka
    memandang malam
    setinggi bintang, rayu menyapa

    lepaskan dahaga, tanggalkan semua urusan dunia

    aku berdiri diantara imaji

    pemenuhan hasrat dunia dan tuntunan nurani

    barisan pertanyaan dan pikiran segera hinggapi

    tengah waktu kosong langkahku

    menerka,  meraba-raba kejadian lalu

    ahh kadang aku manusia yang tak berdaya
    di hadapkan pada semua pilihan yang ada
    semua terbagi diantara kosong yang penuh arti
    batasan yang mungkin tak berlintas
    semua terkurung dalam parodi
    ………
    kebimbangan yang menyesatkan.

     
    • cahya 5:40 am pada Maret 25, 2012 Permalink | Balas

      kereen……..puisinya !!!!!!
      kira2 ada gk d’sini puisi tentang alam ?

  • hermantea 6:02 pm pada April 7, 2010 Permalink | Balas
    Tags: , puisi, religi   

    pilihan 

    sekejap saja aku rasakan

    kilasan cahaya menutup mata

    membawa aku pulang

    diatas bulan dan bintang

    tak ada batasan dalam ruang

    dan aku setitik dikedalaman

    sesaat itu keimanan adalah segala

    (baca lanjutannya)

     
    • rahma bisa ama juga bisa 11:44 am pada Januari 30, 2012 Permalink | Balas

      kok kepotong-potong

  • hermantea 5:40 pm pada April 7, 2010 Permalink | Balas
    Tags: , masa depan, petani, puisi   

    saban sore 

    Bersembunyi dalam tirai bambu

    Mata kecil memandang sayu dekat jendela  kala itu

    Memandang penuh sesosok tubuh tua

    Memikul jerami dipematang sawah

    Tanpa lelah, sedikit mata saja yang bicara

    Ahh sore itu begitu sendu, serupa guratan kerut kening tubuh tua

    (baca lanjutannya)

     
  • hermantea 12:28 am pada April 5, 2010 Permalink | Balas
    Tags: puisi,   

    fatamorgana di pagi hari 

    berawal dari membuka mata

    pikiran langsung berhambur keluar di sekap kepala

    dikamar kecil 1 x 2 meter, aku memeluk dunia

    dunia kecil dalam awal pagi

    tak sempat beranjak dari tempat tidur

    pandangan terhalang praduga prematur

    banyak pertanyaan untuk hari ini

    adakah hari ini lebih baik ?

    apakah aku akan melewatinya seperti terbiasa dengan hari yang lainnya ?

    mampukah aku taklukan lingkaran waktu ?

    ataukah justru aku tenggelam di keramaian.

    tak tahu nasib waktu membawaku

    segumpal niat telah aku siapkan

    sedikit pengetahuan aku jadikan pijakan

    tapi tetap saja kegelisahan menjelang datang

    ………….

    fatamorgana di pagi hari

    banyak pikiran ternyata yang melewati realita

    merangkak maju atau justru menyeretku ke dalam pengkerdilan

    …..

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.